Ebenhaezer artinya: SAMPAI DI SINI TUHAN MENOLONG KITA Adalah sebuah blog dengan konten religius khusus dalam mengembangkan kualitas iman umat Kristiani.
Selasa, 29 Agustus 2017
JADILAH PEWARTA KESELAMATAN BAGI SEMUA ORANG
(Yesaya 61:1-11)
oleh
Pnt. Jibrael Po, S.Pt
(Majelis Jemaat GMIT Ebenhaezer Bajawa)
Kabar selamat kepada Sion disampaikan Nabi Yesaya ketika kembali dari tempat pembuangan di Babilonia selama +70 tahun. Yesaya kembali bersama kelompok orang Israel ke Yesuralem dan menemui orang-orang Israel yang masih tinggal di Yerusalem.
Mengalami masa pembuangan selama +70 tahun di Babilonia adalah waktu yang panjang. KIta dapat membayangkan bila bangsa ini harus mengalam penindasan dan penjajahan bukan saja secara fisik tapi juga secara psikis selama berpulu-puluh tahun.. Mereka hidup dalam perhambaan.
Namun di saat yang tepat Allah mengutus hamba-Nya, Yesaya sebagai nabi untuk memberitakan kabar keselamatan yang berasal dari Tuhan.
Yesaya diutus untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dan kepada orang-orang yang terkurung, kelepasan dari penjara untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan, untuk menghibur semua orang terkabung (band: Lukas 4-18-19).
Misi Yesaya sangat beralasan dan menyentuh hati Bangsa Israel yang selama berpuluh-puluh hidup dalam tawanan dan kemelaratan lahir maupun barhin. Misi Yesaya adalah misi pemulihan, misi restorasi iman bagi bangsa Israel. Betapa tidak? Hakekat dari kabar selamat yang disampaikan Yesaya merupakan harapan besar bagi Bangsa Israel yang sementara mengalami tekanan hidup.
Di sini, Yesaya tidak sedang sendirian!! Yesaya sedang mengemban misi amanat Allah. Allah turut bekerja dalam upaya pemulihan bagi Bangsa Israe yang sedang mengalami kegalauan hidup.
Pengalaman mengemban misi Allah yang telah dilakukan Yesaya pada masa itu, mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya setiap orang dapat saja dipakai Allah untuk mengemban misi, amanat-Nya demi keselamatan banyak orang.
Sebagai orang Kristen masa kini, masing-masing kita memiliki mandat yang sama dari Allah untuk kita jalankan di tengah-tengah kehidupan ini.
Keluarga adalah tempat di mana kita memulai misi Allah, amanat agung Allah. sebagai suami. sebagai isteri maupun sebagai anak-anak dalam sebuah rumah keluarga. dalam sebuah rumah tangga, kabar selamat mulai disampaikan, kabar selamat dinyatakan. Kabar selamat harus dimulai dari dalam keluarga kita. Tugas suami sekaligus ayah, tugas isteri sekaligus ibu memiliki tanggung jawab yang sama di hadapan Allah: menyampaikan kabar selamat.
Begitu pun seterusnya. Kabar selamat harus diwartakan ke luar rumah kita, di mana pun kita berada. kabar selamat harus menjadi kewajiban kita untuk mewartakannya.
Kabar selamat tidak selamanya harus diberitakan oleh pendeta, penatua, diaken maupun pengajar. Tetapi, kabar selamat adalah sebuah kewajiban bagi semua orang tanpa memandang jabatan pelayanan maupun jabatan organisasi apa pun. Kabar selamat harus diwartakan oleh setiap orang kepada semua orang di manapun kita berada.
Kabar selamat tidak harus diumumkan, dikoar keliling menggunakan pengeras suara, di jalan-jalan, di kota-kota atau di dusun-dusun. Tetapi kabar selamat harus menggema di setiap langka hidup kita, kapan pun kita berada, di manapun, baik siang maupun malam. Mewartakan kabar baik tidak diukur dari lantangnya suara kita tetapi diukur dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari.
Mewartakan kabar selamat kepada orang lain tercermin dari setiap langkah kecil kita, tutur kata kita, tingkah laku kita, sikap dan perbuatan baik kita yang ditunjukkan semenjak bangun tidur di pagi hari sampai kembali tidur di malam hari. Artinya, ketika kita berbuat baik atau menjalani hidup dengan benar di mata Tuhan maka di situlah cermin tugas pewartaan tentang kabar selamat yang diharapkan oleh Tuhan kepada orang-orang di sekitar kita.
Seluruh hidup kita yang mencerminkan kebaikan merupakan sebuah pewartaan kabar selamat bagi orang lain. Setiap pewartaan yang benar yang dinyatakan dalam seluruh kehidupan kita pasti diberkati oleh Tuhan.
Karena itu, wartkanalah kabar selamat selama Tuhan masih memberi kita menikmati kehidupan ini di tengah-tengah kebersamaan kita dengan orang lain. Biarlah prang akan menyebut kita "pohon tarbantin kebenaran" dan "tanaman Tuhan" untuk memperlihatkan keagungan Tuhan. Amin
LITURGI PERJAMUAN KUDUS JUMAT AGUNG GMIT EBENHAEZER BAJAWA
LITURGI PERJAMUAN
KUDUS
JUMAT AGUNG, 14 APRIL 2017
PERSIAPAN
Pembukaan oleh seorang diaken
Jemaat : Berdiri dan menyanyi PKJ 9:1-2 DENGAN
MALAIKAT, ANGKATLAH do=g 4 ketuk
VOTUM
Pelayan : Dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus
SALAM
Pelayan : Kasih Karunia menyertai kamu, dan damai
sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan kita Yesus Kristus yang telah
menyerahkan diri-Nya karena dosa-dosa kita, untuk melepaskan kita dari dunia
jahat yang sekarang ini menurut kehendak Allah dan Bapa kita. Bagi-Nyalah
kemuliaan kekal selama-lamanya, Amin!
Jemaat : Duduk
INTROITUS
Pelayan : Nas
Pembimbing ...................
Jemaat :
Menyanyi KJ 178:1-2 KARENA KASIHNYA
PADAKU
TITAH PERJAMUAN
KUDUS
Pelayan : Dengarlah
olehmu titah Perjamuan yang Kudus sebagaimana yang disampaikan Rasul Paulus
dalam 1 Korintus 11:23-26
“Sebab
apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan Yesus, pada
malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti dan sesudah itu Ia mengucap syukur
atasnya; ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuhKu, yang diserahkan
bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”
Demikian juga ia mengambil cawan sesudah
makan, lalu Ia berkata:
“Cawan
ini adalah Perjanjian Baru yang dimeteraikan oleh darahKu; perbuatlah ini
setiap kali kamu meminumnya menjadi peringatan akan Aku!”
Sebab
setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian
Tuhan sampai Ia datang.
PENGAKUAN DOSA
Pelayan : Marilah kita merendahkan diri di hadapan
Allah dan mengaku segala dosa kita
kepada-Nya:
“Kasihanilah
kami ya Allah menurut kasih setiaMu, hapuskanlah pelanggaran kami menurut
rahmatMu yang besar! Bersihkanlah kami seluruhnya dari kesalahan kami dan
tahirkanlah kami dari dosa kami! Sebab kami sendiri sadar akan pelanggaran
kami, kami senantiasa bergumul dengan dosa kami. Terhadap Engkau, terhadap Engkau
sajalah kami telah berdosa dan melakukan apa yang Engkau anggap jahat.
Sesungguhnya, dalam kesalahan kami diperanakkan, dalam dosa kami dikandung ibu kami.
Sesungguhnya Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin dan dengan
diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepada kami. Bersihkanlah kami dari pada dosa kami dengan
hisop, maka kami menjadi tahir. Basuhlah kami, maka kami menjadi lebih putih
dari salju! Biarlah kami mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang-tulang
yang Kau remukkan bersorak-sorak kembali. Bangkitlah kiranya kami kembali pada
kegirangan karena selamat yang dari padaMu dan lengkapilah kiranya kami, dengan Roh yang
rela. Amin”
Jemaat : Menyanyi NKB 10:1 DARI KUNGKUNGAN MALAM
GELAP
PEMBERITAAN ANUGERAH
Pelayan : Sebagai
hamba Yesus Kristus, saya memberitakan bahwa: “sekalipun dosamu merah seperti
kirmizi akan menjadi putih seperti salju, sekalipun berwarna merah seperti kain
kesumbah, akan menjadi putih seperti bulu domba”.
Sebab
Allah telah mendamaikan dunia dengan diri-Nya, dengan perantaraan Kristus, oleh
sebab itu biarlah kita diperdamaikan sama sendiri dengan saling mengampuni
serta mengambil bagian dalam damai sejahtera Allah.
Jemaat : Menyanyi NKB
17:1 AGUNGLAH KASIH ALLAHKU
ARTI PERJAMUAN
Pelayan :
Saudara-saudara yang dikasihi Yesus Kristus! Hendaklah kita renungkan, apa
sebabnya Tuhan Yesus menetapkan Perjamuan Kudus agar kita merayakannya?
Dalam Perjamuan Kudus, kita
diingatkan bahwa Yesus Kristus telah diutus Bapa-Nya ke dalam dunia, dan
menjadi sama dengan manusia dalam segala hal, kecuali dosa. Ia telah menanggung
kutuk dosa dari awal, sampai akhir hidup-nya. Ia telah diikat, supaya kita
dilepaskan.
Ia dihukum mati, supaya kita yang
bersalah dibebaskan di hadapan penghukuman Allah.
Ia telah menanggung segala kutuk kita
di atas kayu salib, supaya kita dipenuhi dengan berkatNya.
Ia telah menyaringkan suara-Nya: “Ya Allah, Ya Allah, mengapa Engkau
meninggalkan Aku?” supaya kita diterima oleh Allah dan sekali-kali tidak
ditinggalkan-Nya. Dan ia telah menamatkan pekerjaan-Nya dengan kematian-Nya
waktu Ia berkata: “Sudah genap”
Tetapi Allah telah membangkitkan Ia
dari antara orang mati dan mengaruniakan pada-Nya suatu nama di atas segala
nama supaya dengan nama Yesus itu, segala lutut akan bertelut dan segala lidah
akan mengaku:”Yesus Kristus adalah Tuhan”
Pelayan : Setiap kali kita merayakan Perjamuan
Kudus, kita menerima itu selaku tanda dan meterai kasih dan setia-Nya kepada
kita.
Kita beroleh ketentuan di dalam iman,
bahwa Ia telah memberikan tubuh-Nya dipakukan pada kayu salib, dan menumpahkan
darah-Nya, supaya kita yang lapar dan berdahaga dikenyangkan dan disegarkan
untuk memperoleh hidup yang kekal.
Setiap kali kita merayakan Perjamuan
Kudus, kita memberitakan kepada dunia ini tentang kebangkitan dan kematian Tuhan kita Yesus Kristus.
Setiap kali kita merayakan Perjamuan
Kudus, kita merayakan Persekutuan kita dengan Allah Tritunggal, dan juga
Persekutuan diantara kita sebagai anggota-anggota dari satu tubuh. Kita merayakan Perjamuan Kudus sambil percaya
akan janji Tuhan kita Yesus Kristus, seperti yang tertulis dalam kitab Injil
Matius demikian: “akan tetapi Aku berkata
kepadamu mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini
samapi hari Aku meminumnya, yaitu yang baru bersama-sama kamu dalam kerajaan
Bapa-Ku”
Jika demikian, setiap kali kita makan
roti dan minum anggur dalam Perjamuan Kudus, itu merupakan suatu tanda dan
meterai dari kasih setia Tuhan kita Yesus Kristus kepada kita.
Jemaat : Menyanyi PKJ 35:1 SUCI, SUCI, SUCI
Pelayan : berdoa
Pelayan : Ya Bapa yang penuh dengan kasih setia,
kami mohon kepadaMu, agar di dalam Perjamuan Kudus ini, Engkau bekerja oleh
RohMu di dalam hati kami, agar dengan iman, kami mempersembahkan tubuh kami
menjadi korban yang hidup, yang kudus dan kiranya berkenan kepadaMu.
Kenyangkan dan segarkanlah hati kami
yang menanggung berat, dengan roti hidup. Kuatkanlah kami supaya kami tidak
hidup lagi di dalam dosa, melainkan Kristus hidup dalam kami dan kami di dalam
Dia.
Berikanlah kepada kami iman yang
teguh bahwa Engkaulah Bapa yang penuh pengasihan, yang tidak berbuat kepada
kami setimpal dengan dosa-dosa kami.
Karuniakanlah kepada kami anugerahMu,
supaya kami mendapat penghiburan dalam memikul salib dan menyangkal diri kami,
dalam bersaksi dan memandang kepadaMu, baik dalam suka dan duka, sambil menanti
Tuhan Yesus dari Surga, yang telah menyambut kami untuk hidup yang kekal. Amin.
PENGAKUAN IMAN NICEA KONSTANTINOPEL
Jemaat : Berdiri
Pelayan : Marilah kiita bersama-sama mengucapkan
pengakuan iman Nicea Konstantinopel dengan semua orang Kristen di segala tempat
dan waktu, demikian:
P+J : “Aku percaya kepada satu Allah, Bapa
yang Maha Kuasa, Pencipta langit dan bumi, segala yang kelihatan dan tidak
kelihatan.
Dan kepada satu Tuhan Yesus Kristus,
Anak Allah yang tunggal, yang lahir dari
sang Bapa sebelum ada segala zaman, Allah dari Allah, terang dari terang, Allah yang sejati
dari Allah yang sejati. Diperanakkan bukan dibuat, sehakekat dengan sang Bapa,
yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat.
Yang telah turun dari sorga untuk
kita manusia dan untuk keselamatan kita
dan menjadi daging oleh RohKudus, dari Anak darah Maria, dan menjadi manusia yang
disalibkan bagi kita di bawah
pemerintahan Pontius Pilatus, menderita dan dikurburkan yang bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan
isi kitab-kitab.
Dan naik ke sorga; yang duduk di
sebalah kanan sang Bapa, dan akan
datang kembali dengan kemuliaan untuk mengahakimi orang yang hidup dan yang
mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir.
Aku percaya kepada Roh Kudus yang
jadi Tuhan dan menghidupkan yang keluar dari sang Bapa dan Sang Anak, yang
bersama-sama dengan sang Bapa dan sang Anak disembah dan dimuliakan. Yang telah
berfirman dengan perantaraan para nabi.
Aku percaya satu gereja yang kudus dan am dan
rasuli.
Aku
mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa.
Aku menantikan kebangkitan orang mati, dan
kehidupan di zaman yang akan datang. Amin.
Jemaat : Menyanyi KJ
285:1 TUHANKULAH GEMBALAKU
(Jemaat Duduk)
PELAYANAN SAKRAMEN
1.
PENGARAHAN HATI
Pelayan : supaya kita dipelihara oleh roti
sorgawi, yakni Yesus Kristus, janganlah hati dan pikiran kita melekat pada roti
dan anggur yang kelihatan ini, melainkan hendaklah dalam iman, kita mengarahkan
hati da pikiran kita kepada Yesus
Kristus Tuhan dan Juruslamat kita.
“Carilah
perkara yang di atas tempat di mana Kristus ada duduk di sebelah kanan Allah.”
Jemaat: Menyanyi PKJ 41:1-2 KU DATANG KEPADAMU
2.
UNDANGAN
Pelayan :
Marilah karena segala sesuatu telah tersedia.
“Ya Tuhan, kuatkanlah iman kami oleh Roh
Kudus, Amin.”
Jemaat : Menyanyi KJ 314:1-4 PUJILAH SUMBER HIDUPMU
3.
SAKRAMEN
Pelayan : Roti yang saya pecah-pecahkan ini menunjuk
kepada kita akan tubuh Kristus yang
dipecahkan karena kita.
Karena itu, ambillah...!
(Roti diedarkan oleh petugas setelah
semua peserta mendapatkan bagiannya, pelayanan berkata;)
Makanlah, ingatlah dan percayalah
bahwa tubuh Tuhan kita Yesus Kristus telah dipecahkan untuk keampunan yang
sempurna, atas segala dosa kita.
Jemaat : Makan roti yang telah dibagikan.
Pelayan : Cawan minuman ini menunjukkan pada
kita akan darah Kristus yang ditumpahkan karena kita.
Karena itu, ambilah....!
(anggur diedarkan oleh petugas,
setelah semua peserta mendapat bagiannya, pelayan meneruskan dengan berkata:)
Minumlah, ingatlah dan percayalah,
bahwa darah Tuhan kita Yesus Kristus telah ditumpahkan untuk pengampunan yang
sempurna atas segala dosa kita.
Jemaat : Bersama-sama minum anggur yang telah
dibagikan.
Jemaat : Menyanyi
NKB 217:1-3 SEMUA YANG TERCIPTA (sambil cawan dikumpulkan).
PEMBACAAN ALKITAB
Pelayan : (Membaca bagian Alkitab sebagai
petunjuk hidup baru. Setelah itu pelayan berkata)
“Damai Sejahtera Allah yang melebihi
segala akal itu, akan mengawali hatimu dan pikiranmu di dalam Yesus Kristus.”
(sambil berjabatan tangan, kepada
pelayan pendamping pelayan berkata:) “Damai sejahtera bagimu.”
Jemaat : (Menyanyi NKB
143:1 JANJI YANG MANIS sementara pelayan kembali ke mimbar)
PUJIAN SYUKUR
Pelayan : Saudara-saudara yang dikasihi Yesus
Kristus, marilah kita menaikkan puji syukur kepada Tuhan, dengan masing-masing
berkata dalam hatinya demikian: (baca Mazmur
__________________)
PERSEMBAHAN
SYUKUR
Diaken : Marilah kita mengungkapkan syukur dengan
hati, mulut dan tangan kita, sambil mengingat Firman Tuhan:
“Kristus telah mati untuk semua
orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk diri sendiri, tetapi
untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”
Marilah kita berdoa:.......
Jemaat : (Menyanyi PKJ 153:1-3 PAKAILAH SELURUH HIDUPMUsambil
persembahan dikumpulkan”)
DOA SYUKUR
Pelayan : Berdoa bebas, diakhiri dengan Doa Bapa
Kami
WARTA JEMAAT
PENUTUP
Jemaat : Berdiri dan menyanyi NKB
177:1 KUCARI SUATU PANJI
BERKAT
Pelayan : Pulanglah saudara-saudara ke dalam
hidup dan tugasmu dengan menerima berkat Tuhan.
Pelayan : Allah sumber pengharapan dalam Yesus
Kristus memenuhi saudara dengan sukacita dan damai sejahtera, supaya oleh Roh
Kudus saudara berlimpah-limpah dengan pengharapanJemaat : Menyanyi Amin, Amin, Amin..
Jemaat : Menyanyi NKB
167:1 “Tuhan Yesus Sahabatku”
Jemaat : Doa pribadi
Jemaat : Saling
bersalaman.....
LITURGI BULAN PENDIDIKAN GMIT MINGGU KE-3
![]() |
||||||
![]() |
||||||
Minggu ke-11 sesudah Pentakosta
Tanggal 20 Agustus 2017
THEMA
PENDIDIKAN IMAN DALAM KELUARGA
GAMBARAN
PENDIDIKAN IMAN DALAM KELUARGA
(Masuk seorang ibu dan ayah,
lalu datang seorang anak yang sudah berpakaian SD sementara mau berangkat ke
sekolah)
Ibu :
Aleks, kenapa ko lu pung nilai semua 5 ni. Te di sekolah lu belajar
apa sa??
Aleks : Beta belajar, ma tau kanapa bagitu
Ayah : Bapa su bayar uang sekolah mahal-mahal, hasilnya memalukan
Ibu : Su begitu lagi, tiap hari Aleks harus bawa uang 10.000
Ayah : Aleks, sebenaranya kenapa lu dapat nilai 5
Aleks : Ko beta belajar, ma tau kenapa dapat nilai 5
Ibu : Sudah
bapa, dia su tarlambat jadi biar dia pi sekolah, nanti baru
katong tanya dia pung guru. Na Aleks sebelum
jalan berdoa e
Ayah : Su tarlambat jadi nanti baru berdoa sa, pi su, pulang baru
berdoa
Aleks : Beta su jalan
Ibu : Ho, hati-hati e …
(Mereka semua meninggalkan
panggung)
Suara 1 : Pendidikan, menggiring orangtua pada hasil
Tak
peduli proses pembentukan karakter anak
Anak seperti barang jadi yang menjadi tanggung jawab
sekolah
Padahal orangtua mesti berperan
Kita suka mengejar nilai, angka dan ranking
Padahal
melalui anak-anak kitalah, pendidikan iman ditanamkan
Instrumen ‘Suci, Suci, Suci’
………….
PANGGILAN BERIBADAH
Penatua 1 : Carilah segala harta dan tinggalkan
bagi anak-anakmu
Lalu lihatlah tak ada satu pun yang tersisa
Didiklah dia dengan pendidikan dan iman
Ujilah bahwa itu adalah harta yang tak akan lenyap
Renungkan sekarang:
Anak yang diwarisi pengetahuan dan hikmat
Akan menjadi berkat di tengah pergumulan bangsa
Mari kita berdiri, beribadah dalam perenungan hikmat
Beribadahlah
sebagai generasi penyembah bersama
Bpk.
Pdt. Merkury Deltario Sine, S.Th
Nyanyian : KJ 2 bait 1 & 2 ‘Suci,
Suci, Suci’
TABHISAN IBADAH
VOTUM & SALAM
Pelayan :
Kebaktian bulan pendidikan saat ini diberkati oleh Tuhan, Pencipta langit dan
bumi. Biarlah dalam hikmat dan naungan Roh Kudus, kita beribadah dalam
kepenuhan damai sejahtera.
Nyanyian berbalasan: ‘Damai Tuhan, Amin’
Nyanyian
berbalasan: ‘Damai Tuhan, Amin’

(duduk)
PEMAKNAAN
PENDIDIKAN IMAN DALAM KELUARGA
Diaken 1 : Tentang pendidikan iman dalam keluarga, kita teringat akan
kehidupan Esau dan Yakub. Mereka terlahir sebagai anak kembar, tetapi sayang,
Ribka sebagai ibu lebih memilih mengutamakan Yakub. Keduanya bertumbuh sebagai
saudara, namun keduanya menciptakan jarak kasih. Mereka memperebutkan hak
kesulungan, lalu Yakub dan Esau harus terpisah dalam dendam dan kebencian.
Keluarga memiliki peranan besar dalam karakter iman anak-anak.
Jemaat : Kami dianugerahkan rahim
kehidupan
Kami mendidik dan membesarkan anak-anak
Ajarkan kami kasih dan mempersiapkan masa depan anak-anak
kami
Diaken 2 : Tak hanya sampai di situ. Yakub juga mengulangi kesalahan
yang sama. Ia begitu mengasihi Yusuf, memberi perhatian yang besar bagi Yusuf
sehingga menimbulkan iri hati dari saudara-saudaranya. Mereka lalu tega menjual
Yusuf dan melenyapkannya dari ikatan keluarga. Mereka terpisah oleh karena
dendam, haus akan kasih sayang. Jika anak-anak dipenuhi perbedaan kasih, maka
kita akan menuai bencana di masa depan.
Jemaat : Kami mendoakan anak-anak kami
Kami mengingat segala perjuangan
dalam mendidik mereka
Ajarkan kami hikmat, supaya kami
mengasihi mereka
Dan mereka menanamkan nilai kasih sejati dalam hidup mereka
Diaken 3 : Dan akhirnya, keluarga menjadi suatu miniatur dari tempatnya
bertumbuhnya iman. Rasul Paulus mengingatkan tentang panggilan anak-anak dan
peran orangtua bagi anak-anak:
Jemaat : Hai anak-anak, taatilah orangtuamu di dalam Tuhan, karena
haruslah demikian. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam
hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran, dan nasihat Tuhan.
Nyanyian : GB
301 bait 1 ‘Tuhan, Kami Anak-Mu Berdoa’
(Lagu ini
dinyanyikan 2 kali)
solo/Kantoria

jemaat 

solo/Kantoria

Jemaat

PENGAKUAN
DOSA & AKSI PEMULIHAN HIDUP BARU
Suara 4 : Saudara-saudari ........
Bertanyalah pada diri
Apa yang kita cari di dalam hidup ini
Titik-titik waktu menunjuk arah
perjalanan
Kita sesat dan berjalan dalam waktu
penuh dosa
Saat kita lebih suka mengejar kebanggaan
Mencampakkan panggilan untuk ada
bersama anak-anak kita
Dosa membuat kita kehilangan kemauan
untuk mengasihi
Menyanyi : ‘Datanglah Tuhan’ ……….


Suara 5 : (bagian ini dapat diperankan oleh
guru GMIT)
Kami menangisi orangtua yang mengabaikan didikan iman bagi
anak-anak
Mereka justru memberi contoh dan
teladan yang memalukan
Kami menangisi anak-anak yang menjadi korban kekerasan,
diabaikan dan diperlakukan dengan tidak adil
Kami meratapi mereka yang harus berjuang mencari sesuap nasi,
hanya karena hidup mereka tidak beruntung
Dan kami memohon, tolong kami, ya Tuhan, supaya kami memiliki
kemauan terus menunjukan kualitas iman bagi anak-anak kami
Penatua 2 : Mari
kita berdoa …………
Nyanyian : NRI 1000 ‘Beta Manyasal’





Penatua 3 : Penindasan
dosa mengurung kita dalam kegelapan
Hanya Tuhanlah yang sanggup menarik
kita dari kegelapan
Dan hendaklah kita mengakui dosa
dengan tulus
Siapa mengakui dosa, beroleh
peneguhan dan pengharapan:
‘Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan
memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih.’ (Kolose 1 : 13)
Mari kita ucapkan komitmen hidup baru dan bersama-sama
melakukan aksi kebaikan ……….
Pnt 3 + J : Ya Tuhan, tolonglah kami
Kami tak mau binasa, kami tak mau mempermalukan nama-Mu
Songsonglah kami di jalan yang benar
Tunjukkanlah jalan kekal saat kami
telah tersesat
Perkenankan kami ditemui oleh
kasih-Mu
Sebab kami adalah buah ciptaan-Mu
sendiri
Bukalah mata kami untuk melihat, telinga untuk mendengar,
hati untuk merasakan dan hikmat untuk mengambil keputusan
Sebab di dalam Engkau, kami kenyang
oleh perlindungan
Kami bergirang di tengah kesukaran
Kami beroleh kepenuhan
kekal
Bantulah kami, ya Roh Kudus
Supaya kami selalu mendidik anak-anak
kami
Menuntun mereka di jalan iman yang
pasti
Sempurnakan kegirangan kami dalam janji firman Tuhan yang
meneguhkan kami sebagai umat baru:
Aku sebenarnya telah mati oleh dosa dan pelanggaranku, tetapi
di dalam Yesus Kristus, aku telah beroleh penebusan. Aku mau memancarkan cahaya
kemuliaan Allah supaya dalam penyucian dosa, Roh Kudus menuntun aku menikmati
kesukaan untuk duduk bersama Tuhan Yesus di sebelah kanan Allah (bandngkan Ibrani 1:3).
Nyanyian : PKJ
No. 264:1-3 “Apalah Arti Ibadahmu” (Pada
saat lagu dinyanyikan persembahan dijalankan untuk aksi dukungan dana bagi
pendidikan GMIT)
PUJIAN MAZMUR
Pemazmur : Marilah kita berdiri dan memadahkan Mazmur
menurut
Mazmur 61.
Menyanyi : PKJ No. 27:1 “Nyanyikanlah
Nyanyian Baru” (duduk)
PENGULANGAN
PENDIDIKAN IMAN DALAM KELUARGA
(Masuk
ayah, ibu, Aleks dan seorang Guru)
Ibu : Shalom, ibu guru
Ibu Guru : Iya shalom, silahkan duduk
Ibu : Mohon maaf kami sebenaranya
sudah mau datang tapi hari
ini baru ada kesempatan
ibu Guru : O, iya ada yang bisa katong bantu ko
ibu
Ibu : Kami orangtuanya Aleks. Kami
mau tanya, kenapa Aleks
pung nilai semua 5.
Kami heran sonde ada nilai yang baik ju,
ko? Artinya Aleks ini
anak paling bodoh ko, ibu?
ibu Guru : O soal Aleks. Begini bapa deng mama e.
Aleks ini bukan
bodoh, dia anak yang
pintar. Hanya Aleks ini suka terlambat,
tidak pernah
mengerjakan tugas. Padahal kami sudah kasih
catatan kepada
orangtua
Ayah : (sambil marah) catatan
di mana? sonde pernah ada!!
Aleks, memangnya ada catatan?
Aleks : Ada bapa.
Ibu : Kanapa lu sonde pernah kasih
itu catatan?
Aleks : Beta kasih, tapi mama bilang
simpan di situ do. Abis beta
pernah kasih bapa, bapa bilang pi kasih mama. Na, beta mau
kasih sapa lai?
Ayah : Na lu kerja PR to.
Aleks : Bapa e, banyak yang beta sonde
tahu na. Musti ada yang
bantu kasih belajar beta to?!
ibu Guru : O iya, satu lagi bapa. Aleks ini di
sekolah hanya tau doa
makan. Mau masuk kelas suruh doa, dia pung doa hanya
berkatilah makanan ini. Mau pulang suruh doa, dia pung doa hanya berkatilah
makanan ini.
Ibu : Aleks masa lu hanya tau doa
makan, abis yang lu pi sekolah
minggu, guru ajar apa sa?!! Beta
sonde parcaya. Coba Aleks lu
berdoa kasih katong ini hari, supaya ibu guru dengar, ayo
doa!!
Aleks : Ya Tuhan berkatilah makanan ini,
amin.
Ayah : He ko ini anak sonde tau na,
guru mesti kasih ajar to. Bayar
mahal-mahal mau bikin apa sa??
ibu Guru : Iya, kami terima itu bapa, kami tetap kasih ajar dia, tapi
kami juga minta, bapa deng mama
tolong bantu sebab dia pung waktu lebih
banyak deng orangtua
Ibu : (bangun dan mencubit
telinga Aleks, Aleks berteriak aduh-
aduh) Lu ni, andia, lu hanya suka
bermain, akhirnya jadi
begini su
ibu Guru : Ibu jangan kasar deng anak. Beta
saran, Aleks harus jadi
katong pung perhatian. (ibu melepas cubitan)
Ayah : Ok, makasih pak Guru. Katong ju
salah, bapa ju salah,
mama ju salah. Mulai ini hari katong
kasih perhatian di Aleks,
belum tarlambat. Dengar Aleks, mulai sebentar belajar, berdoa
e??!!
Aleks : Iya, bapa.
Ayah :
Na katong pamit su, makasih ibu e (bersalaman, lalu
semuanya meninggalkan panggung)
VG/SOLO
PEMBERITAAN
FIRMAN
§ PEMBERITAAN
FIRMAN
§ Jemaat
menyanyikan GB 58 bait 1 ‘Kecaplah dan Lihatlah’



Penatua 4 : berdoa dan membaca Alkitab dari Ulangan
6:1-9 .....
diakhiri dengan berkata: demikianlah firman Tuhan.
Pelayan : Ucapan bahagia.......
Nyanyian KJ 472 ‘Haleluya
– Haleluya’
Khotbah ‘Pendidikan Iman Dalam Keluarga’
VG/SOLOIS
PENGAKUAN IMAN
Penatua 5 : Jemaat Tuhan disilahkan berdiri dan mari kita ikrarkan Pengakuan
Iman Rasuli. Baiklah kita semua berkata: ……..
Nyanyian : KJ 281:1 ‘Segala Benua dan Langit
Penuh’
(duduk)
PERSEMBAHAN
Diaken 4 : Marilah orang-orang berhikmat, berilah persembahanmu sebagai
tanda ungkapan syukur atas segala berkat pemeliharaan Tuhan. Percayalah, bahwa
kita memberi dari apa yang kita peroleh dari Tuhan, dan dengan memberi
persembahan, kita akan selalu memberi kesaksian bahwa penyertaan dan berkat
Tuhan tak akan pernah selesai. Berilah dengan hati yang rela, dan renungkan
perkataan firman Tuhan ini: “Dengan hikmatmu dan pengertianmu engkau memperoleh
kekayaan. Emas dan perak kaukumpulkan dalam perbendaharaanmu." (Yesaya
28:4).
Nyanyian : KJ No. 365b:1-4 Tuhan
Ambil Hidupku
NKB No. 181.a: 1-6 Tuhan Ambil Hidupku
Diaken 4 : (Mengajak
jemaat berdiri dan berdoa ….)
Nyanyian : ‘Persembahan Diri'

Duduk
DOA SYAFAAT
WARTA
JEMAAT
PENGUTUSAN
Pelayan : Saudara-saudari, berdirilah sekarang ………
Apa yang telah kamu dengar
Apa yang telah diajarkan kepadamu
Hendaklah menjadi didikan bagi
kehidupanmu
Dan kamu menyebarkan terang Tuhan
Biarlah bumi ini bercahaya di dalam
hikmat
: GB 374 ‘Jadilah
T’rang’)


Jemaat : Kami adalah anak-anak terang
Kami membawa apa yang telah kami
dengar
Kami melakukan apa yang telah kami
terima
Kami pergi dengan damai sejahtera
Kami akan kembali dalam terang damai
sejahtera
Nyanyian : GB
374 ‘Jadilah T’rang’)


BERKAT
Pelayan : Arahkan hati kepada Tuhan, terimalah
berkat-Nya:
Roh Kudus yang memperbarui dan membebaskan itu senantiasa
memberkati kamu, menganugerahkan kepada kamu hikmat sehingga kamu percaya
kepada Tuhan Yesus Kristus, yang senantiasa memberkatimu, dan dalam keyakinan
akan rancangan Allah Bapa, kamu berjalan dengan dami sejahtera sampai
selama-lamanya
Nyanyian : KJ
478a ‘Amin’
Amin -- Amin
-- Amin
KJ 249:1 ‘Serikat
Persaudaraan’
Saat Teduh
Bersalam-salaman
Langganan:
Postingan (Atom)



